Tilang, sidang, dan tawar menawar…

September 20th, 2007 by chroey

Assalamualaikum…
Sudah sebulan lebih tak kirim posting.. rindu ku
tak kirim-kirim berita semacam ni lah. Kok rasanya kayak bahse malasie
nie.. cakap dak cakap??

Iya… pingin share ini, tentang hari
kemaren, persis 12 september kemaren.. rio ngikutin sidang di
pengadilan Negeri I di daerah teluk (betung)…
ya.. rio ditilang
karena kedapatan tidak memiliki/menggunakan kaca mirror alias spion..
kejadiannya sekitar tanggal 20an agustus.. ketangkep pas kena
Operasi… di Jalur dua wayhalim.. wehh.. tumben2 nya juga distop…
padahal biasanya lempeng aja.. Tapi mungkin supaya jadi bahan
pembelajaran kali ya..

Semenjak pegang surat tilang, bukan
satu-dua kali ada temen yang nyaranin tuk ngurus via temen2 kita yang
di poltabes… atau bahkan kita bisa kontak Kasat intel-nya sekalian…
(kan kemaren pernah jadi Menlu Unila)… :) tapi gitu… dengan banyak
pertimbangan…
Ternyata, hati lebih memilih untuk tidak
melakukannya… padahal seinget rio, presiden terdahulu ada yang
ngurusin hal begituan pas motor keluarganya ditahan polisi.. Aneh…
kayaknya rio lebih memilih, untuk lebih jujur aja deh mengakui kalo rio
memang salah gak punya spion.. So, sudah seharusnya negara ini
melakukan fungsinya dan mendapatkan pemasukan lewat jalur denda
pelanggaran…

Kalo kita aja, yang katanya dai, ternyata berlaku
hal yang sama seperti masyarakat umumnya.. kapankah kelak Indonesia
lebih baik?? Mungkin juga, kebiasaan itu termasuk Korupsi kali ya??

Di
sidang… Wehh yang ini lebih aneh lagi… setau yang pernah rio baca..
seharusnya ada tuntutan dari jaksa… nah… ini.. tau-tau hakim
memutuskan kalo kita didenda -sekian- puluh ribu rupiah.. aneh kan…
terus.. satu lagi kita bisa nawar… kemaren aja.. divonis kena
40rb+1ribu, terus ditawar dengan alasan rio mahasiswa… eh dikasi
keputusan akhir 30rb+1ribu(uang admns perkara)… walah… aneh…
Tapi
biarlah, mungkin ini jauh lebih baik daripada membudayakan korupsi dan
sogok-menyogok dikalangan kepolisian kali ya… setidaknya… amin…

pilkada dki, amanah dan pemimpin yang dirindukan

August 7th, 2007 by chroey

hari ini, tanggal 8 agustus… saudara-saudara kita di jakarta sedang berdemokrasi..

kedepan, hingga akhir tahun ini, di 3 kabupaten provinsi lampung kelak akan hajatan demokrasi.. (juga…).

Kesempatan yang hadir bagi mereka berupa keingninan untuk masa depan
yang lebih baik, inginnya tidaklah di khianati para oportunis-oprtunis
yang hanya ingin hidup dengan pragmatismenya. Rakyat indonesia (baca:
khususnya jakarta), ingin tata hidup yang lebih baik. Amanah adalah
sebuah pertanggungjawaban yang kelak akan membuat orang-orang yang
berlebihan keinginannya untuk menggapainya, merasa berat dan tak
kunjung usai…

Kalau kita telaah, pemimpin kedepan bisa seharusnya mampu melakukan
contoh-contohan tinta sejarah kepemimpinan yang luar biasa pada sejarah
islam. Tinta sejarah mencatat, bahwa seorang Khalifah penerus nabi -
Umar Ibnul Khathab tidaklah habis waktunya untuk tidur nyenyak, meski
hanya 1/4 malam. Semasa amanah itu diserahkan kepada beliau, beliau
melakukan keliling kota, diwaktu awal malam untuk menge-cek kondisi
rakyatnya.. jangan - jangan ada dari mereka yang masih belum tidur
karena kelaparan, ataupun masalah-masalah yang lain. Ibnu al-Khathab
pun sering memanggul sendiri gandum (makanan bangsa arab) yang diambil
dari Baitul maal, untuk dibagikan kepada mereka qaumu dhu’aafa..
Tidaklah ia melewati bagian hidupnya kala menjabat khilafah, kecuali
selalu bertanya dalam kesedihan… "Jangan-jangan ia telah mengecewakan
amanah (khalifah) ini.." atau "Bilamana kiranya agar amanah ini
berselesai dalam tanggungannya..". Dan masih banyak contoh2… para
pemimpin terbaik dalam dunianya sepanjang zaman terbentang…

Ya rabbi, kami rindu pada pemimpin yang selalu mengingatkan kami kepada-Mu
kami rindu akan pemimpin yang selalu mencintai kami, dan kamipun mencintainya…
kami rindu atas pemimpin yang selalu memikirkan nasib kami, hingga terkadang tiada terfikir akan kondisi nasibnya sendiri..
kami rindu kehadiran pemimpin yang
selalu mengajarkan kami dan mengingatkan kami untuk hidup sebagaimana
seharusnya ‘hidupnya seorang manusia’…

Ya rabbii… Janganlah kami Engkau
berikan kepada kami seorang pemimpin yang dholim, mufsidin, bahkan
tiada pernah sedikitpun mencintai kami, terlebih mencintai Engkau..

Untuk saudara2 ku berbagai daerah yang akan pilka…

Semangat… nahnu du’ats qabla syaii..

Buat saudara-saudaraku dari berbagai harakah ataupun jamaah… mari
kita menuju persatuan.. Ingat ummat ini lebih membutuhkan pertolongan,
daripada kita sendiri. Janganlah satu sama lain dari kita saling
mencaci atau berkata buruk… sesungguhnya, kami merindukan hadirnya
sebuah bingkai bersama dalam arena khilafah ‘ala minhaj in nubuwah….
seperti yang di cita-citakan oleh RasuluLlah…

Ya rabbi, satukan hati kami yang berserak dan bertebaran, satu dalam
rahmat dan kasih-Mu. Satu akan cinta kepada-Mu, satu akan pengabdian
pada ummat-Mu, satu akan perjumpaan dengan Mu..

“Aku Ingin - Sapardi D Damono” sampai… Cinta… kelak..

July 22nd, 2007 by chroey
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Aku Ingin - Sapardi Djoko Damono)

Kelak, cinta itu kan tertambatkan..
Kelak, kereta diri kan sampai pada perhentiaannya..
Kelak, pun sauh ini terhempaskan melandas dasar dalamnya jiwa
Kelak, hati ini kan kutitipkan..
‘tuk dibesarkan..
‘tuk dibersihkan…
Untuk rasakan belaian kasih seorang hawa..
yang dijanjikan..
(Kelak, Rio Ferdinand [220707])

- penantian -
Ku ingin, saat kutemukan dirimu,
        aku kan terhenyak..
ku ingin, saat kukenal dirimu,
        terhempas kaki ini kan menapak..
Ku ingin, saat kumasuki duniamu,
        ku kan terpana akan indah warnaNya padamu..

Ku ingin, saat kita jejakkan langkah,
dalam antara sakitnya duri kehidupan dan keindahan neraka itu..
Sadarkan kita.. bahwa kita telah satu..
satu dalam cinta-Nya, tuk saling menopang trus berjuang..

Ku ingin, saat kita tiba di ujung usia…
dalam sisa keterasingan hidup seorang ghuraba..
kita dapat melihat.. anak kita dalam bimbingan-Nya teguh berdiri..
Lalu, lantang berkata.. "Inilah Jalan Tuhan-mu", pada bentangan teladan Nabi-Nya..
(Rio Ferdinand, 220707)

——:. Rio Ferdinand blog’s started  .:——-
Wahaha… gak nyangka… sisi melankolik ku yang dulu sempet ilang… sekarang (hehheheh..) telah kembali…
mw tau gak alesannya… mau tau gak… sstt… rahasia aja deh.. gak seru..

sebenernya, aku ingin buat sebuah tafsiran untuk beberapa bait puisi diatas..
Begini:
Disini, penulis sebenernya ingin menyampaikan kerinduan untuk al-zawaj yang dijanjikan..

bahwa keinginan untuk
menyampaikan hasratnya untuk mencetak para pendekar-pendekar agama
4w11, karena kelak, penulis memiliki 3 kewajiban atas hak anak-anaknya..
1.  Hendaklah ia memilih calon ibu yang baik bagi anak-anaknya..
2.  Hendaklah ia menamainya dengan nama yang baik..
3.  Hendaklah ia mengajarinya menghafal al-Quran..
(Khutbah Syaikh DR. Muhammad al-’Arifi, Mas’uliyatur Rajuli fi Usratihi)

Selanjutnya, penulis juga menginginkan, keturunan yang mampu menambah berat kalimat-Nya atas dunia ini kelak..

"Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiena imaamaa" amiin…

Sumber:
1. gugel alias google.com
2.
Segenggam Rindu untuk Istriku, Dwi Budiyanto (buku baru.. niii..)
3. Ibunda para Ulama, Sufyan bin Fuad Baswedan
4.
Nikmatnya_Pacaran_Setelah_Pernikahan, Salim A Fillah..


—–:. Rio Ferdinand blog’s stopped.:——


      
      
      

all over again.. pimnas usai, berganti fs(ldk)nas…

July 22nd, 2007 by chroey

Pimnas telah berakhir, segera berganti dengan pelaksanaan FSLDK
Nasional yang akan dimulai hari jumat nanti. Masih di Unila pastinya…

Yang
pasti, seharusnya Unila bersedih atas keadaan yang ada selaku tuan
rumah Pimnas kali ini. Teramat banyak keluhan muncul dari para kalangan
peserta baik yang disampaikan secara terang ataupun agak ‘gelap’.
But, itulah kenyataannya.. Banyak kalangan menilai unila telah gagal menggelar perhelatan akbar nan besar dalam keilmuan ke-Indonesiaan.

By the way, bukankah Allah itu lebih menilai proses, dan bukan hasil.
Semoga saja, pengorbanan-pengorbanan besar yang dilakukan tercatat
sebagai hal-hal baik, kecuali yang tidak berlaku ihsan sebagai panitia.. Terutama para panitia besar pimnas, ini.. Dan harapannya, semoga mereka masih sempet inget dan Tubtu ilaLlah… Atau setidaknya, hargailah para panitia kecil itu dengan sepadan… jangan yang dapet gede, panitia gede2nya doang..
Atow cuma mirip doang, who knows..

//./
FSLDKNasional (dibaca: FS-Nas) segera dimulai pada jumat ini… Buat
para panitianya… yang nampaknya sudah bekerja dengan keras, waLLahu
‘alam kalo sudah bekerja dengan cerdas… tapi semoga aja ini akan
terlaksana dengan kerja dengan ikhlas tentunya, amin..

Mendengar status terakhir, jadi sedih juga dengernya… Acara sekelas
FS-Nas dipusatkan di Islamic Centre Lampung, sedih banget tau.. Gak
kebayang ya… Padahal ketua MPR, Ust. Wahid datang tuk orasi ilmiah…
hich..hich..hich..

Semoga kita bisa sedikit lebih bersabar atas keadaan ini..
Fashbir.. Inna Fashabrun Jamiil…

Akhwat wa ummahat… Ada yang hilang dari mereka…..

July 17th, 2007 by chroey

Beberapa hari yang lalu, ana mendapatkan beberapa jenis komentar dari beberapa orang ikhwah,
yang pertama, ikhwan berkomentar, "wah, akhwat ini sudah tampak kurang
ni ‘keakhwatannya’" sambil menjelaskan karena tanpa sengaja dalam
sebuah pertemuan syuro yang amat ammah melihat sang akhwat yang
notebene sudah lulus, tidak lagi mengenakan manset ’standar’ yang biasa.

Terus, seorang akhwat berbicara dalam sebuah perbincangan ringan
perjodohan berkomentar tentang adiknya yang enggan mengenakan rok dan
memilih memakai celana panjang, dan menyampaikan juga bahwa sebenarnya
adiknya ingin mengenakan rok (supaya terlepas dari anggapan gak
feminim) tapi tidak yang berwarna hitam karena tidak ingin tampak
seperti bu guru.


Malam ini pun, saya berjumpa dengan seorang akhwat yang akan
melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, dalam pertemuan
kepanitiaan. Dan juga ternyata, sang akhwat dengan cukup percaya
dirinya tidak menggunakan kaus kaki, ya.. walaupun memang sekali lagi
roknya pun panjang terjulur hingga ketanah…

Jadilah saya hari mulai berpikir, ada apa sebenarnya dengan (para) akhawat yang kelak akan menjadi al-zawaj para mujahid dakwah dan pencetak mujahid-mujahid masa depan dalam bingkai pernikahan.

Bukankah, mereka sudah cukup tahu tentang perintah ‘hijab’ secara
pembahasaan ataupun lebih mendalam secara hakikat. Adalah benar Hijab
tidaklah terbatas pada hijab fisik, tapi hijab secara utuh yang
meliputi segala penampilan kewanitaannya. Tapi, setidaknya bagaimana
dia mampu lebih menjamin kehijaban ‘hati’ terdalamnya, jika secara
fisiknya pun belum mampu untuk dibentengi (hijab).. yang mungkin akan
membangkitkan orang-orang yang didalamnya berpenyakit hati.

Penampilankah, cara berbicarakah, bahasa tubuhnya kah…

Ataupun yang manapun bagian itu… Untuk para akhawati, jagalah itu..


Janganlah kita kemudian membuat sebuah standarisasi kecontohan yang
jauh lebih buruk bagi para pejuang-pejuang dakwah mendatang. Bukankah,
dulu, sebelumnya kita telah mendapatkan sebuah keteladanan yang baik..
Tapi, hari ini jangan-jangan kita telah meletakkan sebuah landasan
kerusakan masa depan dakwah..

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang dianggap Allah swt sebagai
barisan orang-orang yang meruntuhkan dakwah itu sendiri, meski kita
berada didalamnya.


PS:Tentang rok, ana cuma menyarankan bagi para akhwat, gunakanlah rok
yang berpredikat baik, secara bentuk, bahan, hingga warnanya sekalipun.
Jangan gunakan rok berwarna putih, di siang hari misalnya dan tanpa
memakai pakaian dalam pelapis.. karena sinar matahari akan menyebabkan
rok yang antunna pakai PASTI akan ‘menerawang’…

Ini sebuah saran, dan masukan dari seorang saudara yang katanya
dimintai tolong untuk saling menasihati.. Ana pingin antunn bisa lebih
menjaga diri antum sendiri sebelum kemudian hari ini meminta kami para
ikhwan untuk menjaga kalian sebagai seorang saudara… seiman…


Maaf kalau ada yang merasa tersinggung dalam opini ini..
WaLLahu ‘alam bish shawab.

bulan puasa bentar lagi…

July 16th, 2007 by chroey

hari ini… senin, 16 juli 2007.. Penanggalan hijriah alias kalender islam masuk pada tanggal 1 Rajab 1428…
doa Rasulullah saw
setiap menjelang bulan Rajab.  Beliau selalu berdoa:"Allahumma
baa-rik-lanaa fi-rajaba wa sya’baana wa bal-ligh-naa ramadhaana
."  Artinya adalah: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab
dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan
” (HR At-Tirmidzi
dan Ad-Darimi).

Ramadhan segera tiba.. ramadhan segera tiba…
Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang merindukan perjumpaan dengan bulan rahmah-Mu..
Rabbana…
jadikanlah kami termasuk orang-orang yang tiada lengah sedikitpun
dengan berpaling dari-Mu kemudian kami termasuk orang-orang yang
celaka..

Rabbi,
Antal wahiddil qohhar.. jadikanlah kami termasuk orang2 yang ‘amalan
sholihan’ dan terus dalam keadaan lebih baik.. agar tidak termasuk
(pun) dalam barisan orang yang celaka…

Ya..
rabb.. jadikanlah kerinduan kami akan perjumpaan dengan bulan
maghfirah-Mu sebagai bagian pengumpul kami kelak di jannahmu yang
indah.. Amin…

Amin…

pencarian tulang rusuk!! dimulai… (kah..)

July 16th, 2007 by chroey

Wahh…
kadang saya berpikir…
kadang juga males mikir…
kadang juga nggak mikir(in) sama sekali…
tapi ini kayaknya penting juga deh..

Setelah ditimang-timang…
ditimbang–timbang..
mungkin pencarian tulang rusuk yang hilang itu rasanya akan segera dimulai…
tulang rusuk yang dititipkan Allah, entah kepada siapa..


entah dimana pemiliknya berada kini… dekatkah?? jauhkah??

atau pertanyaannya, kapankah pertemuannya??

tiba-tiba sekarang, jadi
inget dengan tulisan yg sempet ke-print trus jadi bahan ngasih taujih
pas liqo’an kelompok.. judulnya "cake segala nikmat".. ada yang pernah
baca?!?

Saya ingin mencari bahannya di toko
marhamah bernama ‘tarbiyah’ dan mendapatkan label pengesahan dari
manufaktur ‘tarbiyah’, tidak dijual atao bahkan di-obral dikebanyakan
toko-toko emperan.. meskipun bernama supermarket… atow giantmarket
sekalipun..

supaya terjamin kali ya… InsyaAllah..

saya jg pingin cari pasangan yang (kata Ust.Anis Matta,pada banyak kesempatan) tepat bagi
saya, bukan dengan segala ‘kriteria’ langitan ataupun penuh fantasi
keidealan… toh saya juga bukan orang yang penuh dengan kriteria
‘langitan’; tetapi pemiliknya memiliki dan menggenapi jiwa ini… but,
its kelak.. Allahu a’lam.. hanya dia yang tau persis who am i, ataupun
saya pun belum tau kepada siapa potongan rusukku itu telah
dititipkan…. adakah yang tau, where is person whos hold my rib  that god entrusted by, now… I’m going to pinch her from her place…


kalo dipikir-pikir, kok rasanya keliatan kaya jadi korban mutilasi yang menderitanya.. gimana gitu ya…
tapi
tidak kok… malahan, subhanaLlah… rindu dikala berbuka dengan yang
baik itu ternyata memang bikin deg-degan juga ya… hahaha…

walah jadi ngomong yang aneh… but… meski ya getu dehh… jadi aneh….

"Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina
qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiena imaamaa
."

 Artinya, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami
jodoh [2] kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah
kami imam bagi orang2 yang bertakwa." (QS 25:74)

Untuk Calon Istriku

June 7th, 2007 by chroey

Assalammu’alaikum Wr… Wb…

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu
bersama kita

Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?

Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang
membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya
sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal
istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari
menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena
kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang
telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan
pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari
‘dunia lain’ masuk ke jiwa

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat
menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu
nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung
waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah
tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena
permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku
belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi
persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak
anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh
layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi
yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi
bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun
rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa
hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang
sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita
hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah
gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu
akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu
akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini
masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada
angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu
kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang
asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah
kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil
keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam
hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya
likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak
usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati
dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan
luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan
cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena
kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak
dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang
dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa
mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam
qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada
istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika
memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu
mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang
telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk
lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk
membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang
jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah
kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau
disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau
disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila
waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah
itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita
nanti…

Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang
mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita
malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa
terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku
berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu
sampai aku datang…

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar
kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak
pernah berharap, kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya
dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti
jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah
sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu
mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa
merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan
segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah
yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan
mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu
mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di
sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan
kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku
terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan
egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu
pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa
yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu
bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu
mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan
nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun
di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang
tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku
lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir
sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku
miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku
miliki
……  (Dewi Khayalan - Daun Band ==> Band asal Lampung nihh..)

    Ya Allah…
    ringankanlah kerinduan yang mendera
    kupanjatkan sepotong
doa setiap waktu,
    karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

    Ya Allah…
    ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
    ringankan
langkah kami
    beri kami kekuatan dan kemampuan
    tuk melengkapkan setengah
dien ini,
    mengikuti sunnah RasulMu
    jangan biarkan hati-hati kami
    terus
berkelana tak perpenghujung
    yang hanya sia-sia dengan waktu dan
kesempatan
    yang telah Engkau berikan
    Aamiin…

Wassalamu’alaikum Wr… Wb…

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah…

(disadur dari sebuah tempat… ditujukan kepada tulang rusukku yang sedang entah dimana… I miss you)

Kadang2 yang gak gw paham…

March 14th, 2007 by chroey

kenapa banyak orang yang gak suka baca, padahal dah banyak orang bodoh bertebaran…

kenapa banyak orang yang gak suka belajar, padahal sudah banyak kan orang2 miskin, kenapa kita pingin nambah jumlahnya…

kenapa banyak orang yang gak suka politik, padahal seharusnya kita semua sadar kalo hari ini kita selalu ditipu ama penjahat politik penipu…

kenapa banyak orang yang gak suka ama egoisnya orang lain, tapi gak tau kalo dirinya sendiri egois…

kenapa banyak orang yang gak suka buang2 waktu, tapi ternyata dialah yang paling bikin wasting time…

kenapa banyak orang yang gak suka ngomong jujur, padahal jgn2 kebiasaannya emg bikin dia gak bisa jujur…

kenapa banyak orang yang gak suka kerja keras, padahal kalo dia kerja keras yang untung juga minimal dia sendiri….

Dasar manusia…
banyak yang egois..

ingat dong…
"akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa, pada suatu masa yang telah lama kita ketahui…" (Soe Hok Gie, 1970)

Di rumah sebuah menuju Kampung Cahaya!

October 11th, 2006 by chroey

Hidup dan Cinta Indah nian hidup jika penuh cinta, semua kan berjalan teratur. Kita hidup juga karena cinta dan kasih sayang dari Allah. Kita dibesarkan dengan cinta kasih sayang dari orang tua kita. Menginjak usia dewasa, dikala udah dijadikan istri oleh pangeran yang kita cintai, maka kitapun juga kebagian cinta dari suami kita.

Hidup dengan suami tercinta. Hari2 penuh canda tawa, kemesraan, kehangatan dan penuh tanggung jawab. Karena sebagai seorang istri kita dituntut untuk melaksanakan aktivitas harian penuh tanggung jawab besar. Tak mudah peralihan dari hidup sebagai seorang gadis menuju kehidupan sebagai seorang istri. Banyak hal yang tadinya kita bisa lakukan sendiri sekarang menjadi butuh kerjasama dari suami. Tapi semua terasa menyenangkan, karena dipenuhi cinta suami.

Untuk mencapai puncak kebahagiaan tersebut, tak sedikit cewek yang harus bersusah payah menemukan calon pasangannya. Segala usaha harus dikerahkan untuk memperoleh kebahagiaan tersebut. Disamping sifat cewek yang suka tidak puas terhadap apa yang ia dapatkan, banyak juga yang merasa tidak puas jika harus diberikan kesempatan oleh orang lain dalam memilih pasangan yang ditawarkan oleh orang lain padanya.

Susah memang! Ketika kita udah suka, eh..si cowok malah ga suka ma kita. Ada juga yang cowok dah suka ma kita, tapi kitanya yang ga suka ma dia. Repooot! Itulah keajaiban mencari pasangan, indah, ngalir apa adanya, sangat menikmati bagi yang udah nemu, tinggal mengusahakan untuk mau memahami calon suami kita aja. Saling menyayangi, namun tak harus diperlihatkan sedemikian rupa, karena belum menikah.

Kehidupan setelah sendiri akan berdampak bagus, manakala keseharian kita selama hidup sendiri bagus; mempunyai akhlaqul karimah, istiqamah dijalan Allah, tidak menjalankan apa yang dilarang Allah, dan keadaan yang demikian akan dilanjutkan setelah menikah kelak.

Penantian panjang tak menyurutkan langkah untuk tetap bersabar atas ujian yang dijalani, yakni menunggu akad. Resah gelisah pasti selimuti seseorang yang bakal bina rumah tangga bersama calonnya. Harap dan cemas, setiap saat selalu berdoa, agar penantian yang panjang ini segera berakhir bahagia, dengan adanya akad nikah.

Ujian dan cobaan selama masa ta’aruf dan khitbahan, akan segera berbuah senyum kegembiraan manakala keduanya telah resmi menjadi suami sitri. Rasa bahagia yang tiada terkira. Allah tak kan membiarkan hambaNya berbuat maksiat, kecuali hamba tersebut yang tidak mengindahkan aturan Allah, naudzubillah.

Ujian sebelum dan sesudah menikah, semua kan terasa berat, namun jika masih sendiri, ujian ini terasa lebih berat. Disamping godaan dari teman2, juga karena banyaknya cewek atau cowok lain yang berusaha untuk dapatkan kita juga. Tinggal bagaimana kitanya melatih diri untuk dapat mencintai calon pasangan kita dengan serius, dan godaan tersebut tak kan hampiri kita.

Rasa jenuh memang kadang muncul, kapan nikahnya sih? Mungkin begitu, kata hati kita. Kita yang udah lama menunggu akad, tak kunjung datang pula. Yah! Harus terus sabar memang! Yang pasti pernikahan tersebut kan jauh lebih dekat’ dari hari kemaren.

Muncul keraguan, jika memang godaan dari cowok atau cewek lain kita ladeni, dan bahkan sempat larut dalam hari2 kita, meski sebentar. Namun, bagi yang berani bersumpah, bahwa calonnyalah yang ada di hati, yang amat ia sukai dan berharap kan jadi kekasihnya sepanjang hidup dan kehidupan di surga kelak, maka kekuatan cinta tersebut akan ditambahkan oleh Allah.

Bisa dirasakan teman, bagaimana rasa cemburu kita terhadap calon pasangan yang ditaksir cowok atau cewek lain, kan berbuah cinta mendalam pada calon pasangan. Kita akan senantiasa mendoakan dia, agar tidak tergoda oleh cewek atau cowok lain.

Kita yang bernyawa tidak akan rela jika calon kita diambil orang, lebih2 kelak jika udah resmi jadi suami atau istri kita.

Ujian lain adalah dari keluarga kita, saudara2 kita, teman2 kita yang udah kadung tau peristiwa besar yang terjadi pada kita. Sedangkan hari H pernikahan kita tidak ingin kita ungkap kemana2. Mereka akan bertanya terus menerus pada kita, kapan nikahnya mbak atau mas? Rasa jenuh, bosan, pada yang bertanya berkali2 juga akan muncul, jika kita tidak bisa mengatur urusan hati, maka kita udah down duluan atau bahkan sampai stress menghadapi hal ini. Maka, hendaknya ketika kita udah nemu seseorang, dah dikhitbah, RAHASIAKANLAH KHITBAH KITA. Tapi SEBARKANLAH PERNIKAHAN KITA. Jangan sampai ketika masih khitbah udah nyebar berita tentang kisah kasih kita, karena dampaknya ga mengenakkan hati. Boro2 kita tenang, namun rasa bosan yang akhirnya menemani hari2 kita, Karena tiap kali ada sms yang ada Cuma "kapan nikahnya? Jangan lupa undangannya lho!" atau kalau pas ketemu, pasti kata2 mereka yang kenal dengan kita, sedangkan diri mereka udah tau berita khitbahan kita, maka hal yang
diucapkan pasti ga jauh beda ma yang dalam sms tadi.

Maunya kita tenang, tapi malah ga jadi, itu juga karena kesalahan kita yang udah nyebarin berita khitbahan kita.

Memang, heran juga! Kenapa mereka begitu semangat untuk mengetahui pernikahan kita. Padahal hal khitbah udah biasa ada. Entahlah, yang pasti kita punya banyak teman, saudara, keluarga besar kita yang begitu menyayangi kita. Mungkin karena rasa sayang mereka yang berlimpah, akhirnya perhatian mereka terhadap kita juga berlebih. Disamping rasa bosan hadapi pertanyaan mereka, kita harus bersyukur pada Allah, alhamdulillah banyak perhatian yang ngalir pada kita. Moga kata2 mereka, pertanyaan mereka, rasa ingin tahu mereka merupakan doa, agar pernikahan kita disegerakan oleh Allah, amin.

Kuatkan hati dan pikiran untuk hadapi ujian dari Allah yang pasti kan mendera setiap kita yang beriman pada Allah. Hidup adalah ujian, agar kelak kita mudah dalam menjalani kehidupan akhirat kita, amin. Penantian panjang kita, kan berbuah senyum bahagia, kesempatan untuk meraih pahala yang besar kan segera tiba. Dengan terus beriman kepada Allah, dan mentaati suami kita kelak.

Embun Pagi, CintaMu Allah, 2 Juli 2006

Yathie
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula…..Amien)

==–==

Artikel tentang-pernikahan Grup Yahoo